Kau Dan Sang Rembulan

Jangkrik kecil yang ku temui di lorong itu,
berbisik penuh misteri
dengan nyayian hati mengoyakn jiwa
para penghuni kegelapan

kini malam kian larut dan kelam
angin berhembus berlarian mengisi kekosongan
Hujan rintik basahi segenap penatku saat berjalan
dengan iringan cahya rembulan yang meredup

Aku tengadah mencari dimana ia berasal.
di kejauhan dan tempat yang tak terjangkau
kau kudapati mengadu pada rembulan atas duka luka.
Hingga tetes air matamu smakin tutupi pancaran sinarnya.

saat pagi berselang,mentari muncul bersama kehangatannya
namun ia juga redup kehilangan sang sinar
aku tetap tengadah kearahmu yang tak pernah sirna
dan kau hanya melambai seakan mempertanyakan salah dan dosaku
karna telah membiarkan hatimu remuk
tersayat ribuan detik tanpa hadirku.

Maafkan aku sayang…….
dunia telah memperdayaiku
cita -cita telah mebuatku lupa akan cintamu
biarkan aku disini menaklukan dunia
mengejar cita-cita.
agar ku bisa membentang jalan tuk
menemuimu disisi rembulan yang selalu temaram
lalu meredup.

Bdg-10-10-2010 By:ISEP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s